Suka Duka 3 Tahun Bersama Hyundai Getz

Gak kerasa udah 3 tahun Hyundai Getz menemani hari-hari gue menjalankan berbagai aktivitas. Bolak balik kuliah, kerja, diklat, nongkrong, kopdar, mudik, pindahan lintas provinsi lintas pulau, mudik ribuan kilometer, bahkan sampai ngeladenin trek off road juga dijabanin.. Luar biasa mobil kecil ini, walaupun udah motuba tapi tetep tangguh. Yaa walau memang beberapa kali ketemu duka nya juga sih 😀 ..

Di artikel terdahulu, gue tuliskan alasan gue memilih Hyundai Getz sebagai motuba yang akan menemani hari-hari gue.. Awalnya berat memutuskan antara Hyundai Getz, Peugeot 206, Suzuki Karimun Estilo, Chevrolet Aveo generasi pertama, dan Mercedes Benz A140. Berkat beberapa pertimbangan, akhirnya Getz lah yang gue pinang..

Continue reading

Advertisements

Kenangan Bersama Scoopy Coklat, si Cantik Tukang Jajan

Sekembalinya ke Jakarta di Desember 2013 untuk melanjutkan pendidikan setelah 2 tahun di Kupang, gue segera mencari motor bekas untuk operasional sehari-hari.. Saat itu, di pikiran gue udah menetapkan pilihan ke Suzuki Satria FU tahun-tahun awal. Tapi apa mau dikata, nyonya lagi kepengen motor matik, tepatnya Honda Scoopy. Gue ngalah. Berbekal uang 7,5 juta hasil penjualan Skywave, pencarian gue mulai di situs-situs belanja online.

Continue reading

Kenangan Bersama Suzuki Skywave

Suzuki Skywave adalah motor matik pertama gue. Skywave menjadi milik gue awalnya bukan karena kesengajaan. Namun karena saat itu emang gak ada pilihan lain 😀 ..

Oktober 2011, gue menerima SK penempatan kerja ke Kupang, NTT. Gue yang sejak tahun 2005 gak bisa lepas dari yang namanya sepeda motor, langsung berniat mencari motor bekas untuk operasional gue. Saat itu, Jupiter MX generasi pertama yang udah menemani gue selama 6 tahun (November 2005 – Oktober 2011) gue pulangkan ke rumah di Brebes.

Continue reading

Turing Jakarta – Padang: (Part 4/Terakhir) Muara Bulian – Padang.. After a Long Long Journey, Finally!!

Jum’at, 5 Februari 2016

Setelah hari-hari sebelumnya berangkat jam 10.30, jam 7.40, dan jam 8.40, pagi itu gue bersiap-siap lebih awal. Hal ini karena jarak yang harus gue tempuh lebih jauh dibanding sebelumnya dan gue gak mau menginap lagi. Jakarta – Bandar Lampung sejauh 215 km, Bandar Lampung – Palembang sejauh 370 km, Palembang – Muara Bulian sejauh 290 km, dan kira-kira gue harus menempuh sekitar 470 km lagi untuk sampai ke Padang.
Continue reading

Turing Jakarta – Padang: (Part 3) Palembang – Muara Bulian (Jambi),, Fiuuuh Penuh Kejutan

Kamis, 4 Februari 2016..

Hari ketiga dari perjalanan panjang Jakarta – Padang dimulai. Awalnya gue merencanakan berangkat jam 7 dari Palembang supaya bisa menginap di Muara Tebo agar perjalanan hari terakhir tidak terlalu jauh. Karena keasikan ngobrol sama Akas, akhirnya jam keberangkatan molor sampai jam 8.40, hehehe.. it’s okay lah.. Gue pun akhirnya menjadwalkan untuk menginap di Muara Bulian, 100 km sebelum Muara Tebo. Soalnya gue yakin gak bakal kekejar ke Muara Tebo hehe..
Continue reading

Turing Jakarta – Padang: (Part 1) Jakarta – Bandar Lampung

SK yang gue tunggu-tunggu akhirnya keluar juga di pertengahan Januari. Sesuai permintaan, akhirnya kantor menempatkan gue di Padang, Sumatera Barat. Gue memang memilih Padang sebagai tempat persinggahan berikutnya setelah menyelesaikan pendidikan lanjutan. Sebetulnya, Sumatera bukanlah tempat yang gue idam-idamkan. Gue lebih menyukai daerah Indonesia Bagian Tengah. Tapi karena Ayu mendapat beasiswa melanjutkan pendidikan di Padang, akhirnya mau gak mau gue juga harus berusaha ke Padang.
Continue reading