Ban IRC NR93, Shockbreaker Showa, dan Spakbor | Review Suzuki All New Satria F150 FI Setelah 1 Tahun Pemakaian

Guys, kembali lagi bareng gue si pemilik Suzuki All New Satria F150 FI. Di artikel sekarang ini, gue kembali akan membahas mengenai printilan-printilan Suzuki Satria FUFI setelah 1 tahun pemakaian. Nah, kali ini gue akan membahas mengenai ban bawaan FUFI, yakni IRC NR93, lalu Shockbreaker bawaan FUFI, Showa, dan Kinerja Spakbornya.. Yuk guys langsung aja..

20170408_150248 (2).jpg

Ban IRC NR93

Ban standar bawaan Satria FUFI adalah ban IRC NR93. Ban ini lahir bersamaan dengan kehadiran FUFI. Dirancang untuk mengimbangi performa besar dari mesin FUFI. Namun, apa iya sih ban ini mampu mengimbangi besarnya tenaga FUFI? Sedangkan ukuran yang disematkan notabene sama dengan Satria Karbu, cungkring..

20170408_150115.jpg

Ban FUFI termasuk mungil karena berukuran 70/90-17 (depan) dan 80/90-17 (belakang). Sedangkan tenaga FUFI meledak-ledak dengan power puncak mencapai 18,2HP @10.000 rpm dan torsi puncak 13,8 Nm @8.500 rpm. Secara power to weight ratio, tenaga FUFI terbesar di kelas 150cc 4 stroke, bahkan bila dibandingkan dengan Suzuki GSX-R150 atau Yamaha All New R15 sekalipun.

Lantas, ban semungil itu apa sanggup mengimbangi FUFI yang meledak-ledak?? Berikut ini apa yang gue rasakan selama 1 tahun berkendara dengan FUFI.

Pada saat dibawa ngebut di trek lurus, ban ini masih mampu bekerja dengan cukup bagus sehingga rasa percaya diri pun tetap ada. Namun itu berlaku untuk kecepatan yang tidak terlalu tinggi (100an awal masih sanggup lah nyali gue). Tapi begitu kecepatan di atas (kira-kira) 120 km/jam, ban depan mulai kerasa lari-lari, kurang bisa memberikan traksi ke aspal. Ditambah kalau ada kendaraan besar macam truk lewat dari arah berlawanan, beeuh ngeri banget ngebut pake fufi.. Kebetulan tiap hari gue lewat jalur bypass lintas sumatera, truk dan bus besar udah makanan sehari-hari.

Hal yang lebih mengerikan terjadi saat melahap tikungan di kecepatan tinggi. Ban cungkring ukuran 80/70 bikin gak pede. Beberapa kali agak kenceng di tikungan (ngejar absen kantor 😀 ), malah bertarung dengan risiko jatoh karena ban belakang sering oversteer..

Kondisi paling buruk terjadi saat jalanan basah saat / setelah hujan. Gejala selip sering banget ditemuin kalau maksain kenceng.

Sepertinya, semua gejala tersebut terjadi karena tipisnya ukuran ban. Entah apa alasan Suzuki masih menyematkan ban cungkring di motornya.

Sementara ini gue masih mempertahankan ban tersebut untuk operasional sehari-hari. Pertama, bannya masih bagus, kilometernya baru mau nyentuh 6000 coy.. Kedua, duitnya belom ada buat upgrade ukuran 😀 ..

Shockbreaker Showa

Untuk peredam kejut di depan dan di belakang, Suzuki mempercayakan kepada Showa. Shockbreaker depan adalah yang paling sering dikeluhkan oleh banyak pemakai FUFI. Kalau gak doyan ngebut, sebenernya enak banget shockbreaker depan bawaan FUFI ini, empuk! Jalan jelek mah bukan rintangan berarti. Tapi bunyi ceklog-ceklognya yang kadang mengganggu kenyamanan kuping karena asing dijumpai di sepeda motor. Entah lambat atau ngebut, bunyi aneh ini selalu setia menemani saat melewati permukaan jalan yang enggak rata.

20170409_125907

Karena bunyi mengganggu, enggak lama setelah unit datang, gue mengklaim agar dilakukan penggantian shockbreaker depan ke Suzuki. Setelah menunggu barang datang dari Jakarta, shockbreaker pun diganti tanpa ada biaya apapun.

Setelah diganti, memang bunyi ceklog-ceklog nya ilang, tapi shockbreakernya jadi lebih stiff, lebih keras sehingga mengurangi tingkat kenyamanan.

Setelah setahun berlalu, kinerja shockbreaker depan tetep keras, malah kadang masih ditemui bunyi-bunyian gak enak saat melibas jalan jelek dengan kecepatan tinggi.

Lo yang udah beli FUFI dan mengalami gejala ceklog-ceklog di shockbreaker depannya, pertimbangkan baik-baik apakah mau diganti atau enggak, dengan konsekuensi shockbreaker yang baru mengurangi tingkat keempukan saat dikendarai.

20170409_125928

Shockbreaker belakang juga bermerk showa. Menurut gue, settingannya udah pas.. Gak terlalu empuk, dan enggak terlalu keras. Jadi memang yang depan doang yang agak-agak rese.

Tapi anehnya, gue gak menemui gejala yang sama di GSX-R150. Shockbreaker depannya bebas bunyi-bunyian, tapi masih enak empuknya, pas!! (gak terlalu empuk dan gak terlalu keras).

Spakbor

Secara desain, spakbor depan Satria FUFI bisa dibilang kurang sporty dibandingkan bebek/ayago sekelas. Tapi dilihat dari ukurannya, spakbor depan fufi mempunyai bagian belakang terpanjang dibanding Honda Sonic 150R dan Yamaha MX King. So, tentu bisa melindungi bagian mesin dari kotoran dengan lebih baik.

20170408_150249.jpg

Beranjak ke spakbor belakang. Banyak yang pro kontra terhadap desainnya. Di FUFI, spakbornya gantung ala-ala motorsport. Beda dengan spakbor belakang FU Karbu yang bebek abis..

20170408_150248.jpg

Gue sendiri tentu lebih suka yang sekarang, sportynya dapet.. Begitu juga kalau bicara tentang fungsi. Terdapat sepasang “sayap” di body belakang yang menyatu dengan spakbor. Banyak yang pro kontra juga. Tapi gue mengapresiasi terobosan ini, baik secara desain maupun fungsinya.. Bisa dengan baik menahan cipratan lumpur ke tubuh bagian belakang.

-CuapRider-

Advertisements

3 thoughts on “Ban IRC NR93, Shockbreaker Showa, dan Spakbor | Review Suzuki All New Satria F150 FI Setelah 1 Tahun Pemakaian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s