Pengeremen, Knalpot, Radiator | Review Suzuki All New Satria F150 FI Setelah 1 Tahun Pemakaian

Yup.. Memasuki chapter ketiga dari 8 chapter yang gue rencanakan untuk mengulas lengkap All New Satria F150 FI.

Di chapter ini, yok kita bahas 3 hal lagi.. 3 part ini cukup krusial untuk sebuah sepeda motor. Kinerja dari sistem pengereman, lalu knalpot, dan terakhir tentang radiatornya.

Terlahir sebagai bebek sport, berdesain ayago (atau disamakan dengan cub/bebek), sedangkan jiwanya adalah sebuah motorsport, Satria FUFI merupakan sebuah motor yang menjanjikan. Untuk motor dengan performa tinggi (di kelasnya), tentunya dibutuhkan perangkat pengereman yang mumpuni, ditambah dengan radiator yang menjadi sebuah kewajiban pendingin mesin. Lalu, bagaimana Suzuki membubuhkan knalpot yang masih lolos uji emisi tanpa mengurangi performanya secara besar-besaran.

Yuk bahas ketiga perangkat tersebut.

Sistem pengereman

Sebagai motor kencang, Suzuki telah memberikan sistem pengereman yang mumpuni untuk All New Satria F150 FI. Enggak tanggung-tanggung, part yang dibenamkan adalah part buatan anak perusahaan brembo, yakni bybre, untuk piranti pengereman roda depan. Sedangkan piranti pengereman belakang adalah Tokico.

 

Lalu bagaimana kemampuannya? Pada artikel terdahulu, gue pernah membahas sedikit perihal rem bybre di FUFI ini, ketika km FUFI telah menyentuh angka 100. Kesimpulan yang gue ambil dahulu, sistem pengeremannya mumpuni.

Review 100 Km Bersama Satria FUFI

Rem Satria FUFI pakem. Hal tersebut memang merupakan suatu keharusan untuk motor-motor dengan performa yang tinggi. Penting untuk menghentikan motor dengan cepat saat ada hal-hal tak terduga yang mengharuskan sang rider menghentikan motornya.

Tapi,, ada tapinya nih… Memang sih Satria FUFI remnya pakem.. Tapi dibandingkan dengan motor pertama gue, Jupiter MX generasi pertama, bybre nya Satria FUFI harus bertekuk lutut. Asli di feeling gue, Jupiter MX lebih pakem, khususnya rem depannya ya..

Oya, itu di atas kondisi ideal.. Bagaimana setelah melewati 1 tahun perjalanan??

Rem depan gue rasa masih pakem. Naah, rem belakang ini nih.. Sekarang gue harus menginjakkan kaki lebih dalam untuk mendapatkan gigitan yang sempurna dalam membantu rem depan menghentikan kendaraan. Apa mungkin kampas remnya yang habis? Nanti saat servis gue tanyakan ke mekaniknya yaa..

Masih ada pertanyaan tentang rem?? Kalau gak ada, lanjut yuk ke knalpotnya..

Knalpot

Menurut pendapat gue, All New Satria F150 FI aka FUFI mempunyai desain knalpot yang lebih menarik daripada pendahulunya, Satria Karbu. Bahkan kalau dibandingkan knalpot Sonic pun, gue lebih suka punya Satria. Perpaduannya mirip knalpot Ninja 250 FI.

Dari sisi suara, menurut gue knalpot FUFI merupakan yang paling enak didengar  dibandingkan motor lainnya di kelas 150cc. Sonic, GTR150, CB150R, CBR150R, NVA, R15 menurut gue suara knalpotnya terlalu gemulai kalau dibandingkan suara knalpot FUFI yang gahar. Apalagi ketika gas dibetot, mesin berputar lebi kencang, dan knalpot pun akan berteriak lebih keras.. Untuk kelas 150cc, suaranya gahar, padat, dan enak saat tertangkap telinga. Bahkan, imho suara knalpotnya masih lebih gahar nan merdu dibandingkan Suzuki GSX-R150.

20161023_143122

FUFI

Adakah sisi negatifnya??? Nah.. satu hal paling menyebalkan dari knalpot Satria FUFI ini adalah gejala nembak yang terkadang keluar dari knalpotnya. Sejak pertama kali diboyong dari dealer, knalpotnya terkadang suka nembak-nembak gak jelas. Terutama saat deselerasi. Kan bikin malu di jalan. Motornya udah keren eh tiba-tiba knalpotnya kentut. wkwkwk..

Dari beberapa kali servis, gue selalu lupa untuk mencari solusi ke mekanik agar gejala nembak ini dihilangkan. Sebagai info, saat gue mengendari Jupiter MX selama 6 tahun, jarang banget atau mungkin gak pernah si MX knalpotnya nembak. Setahu gue pernah beberapa kali itupun karena saat itu pakai muffler racing TDR. Saat knalpot standar gak pernah tuh.

Ada yang tahu penyebab nembak di knalpot FUFI?

Radiator

Terakhir di bahasan kali ini adalah tentang radiator. Akhirnya, Suzuki membenamkan radiator atau pendingin cairan (liquid cooler) di Satria FUFI. Sebelumnya, di Satria karbu hanya dibenamkan pendingin oli (oil cooler). Tentu liquid cooler dapat bekerja lebih baik dong dibandingkan dengan oil cooler.

Radiator Satria FUFI gedenya bukan main, padahal motornya kecil.. Bahkan ukurannya lebih gede dibandingkan sport fairing 150cc kepunyaan Honda dan Yamaha, yakni CBR150R dan YZF R15. Hal ini karena Satria FUFI mempunyai mesin yang lebih superior dibandingkan keduanya. Powernya lebih besar, yakni 18,23 HP. Mesinnya mampu berkitir di putaran yang lebih tinggi dibandingkan sport fairingnya Honda dan Yamaha, yakni hingga putaran 12.000 rpm. Rasio kompresi Satria FUFI juga tinggi, yakni di angka 11,5. Dengan spesifikasi edan seperti itu, wajar Suzuki melengkapi Satria FUFI dengan radiator segede gaban.

IMG_20160216_142038

Radiator All New Satria F150 FI

Tanpa radiator, mesin FUFI ini tergolong panas untuk ukuran mocil. Kondisi seperti itu dapat dirasakan saat bermacet-macetan, ketika radiator seolah tidak bekerja. Alhasil, kaki kiri menjadi korban hawa panas yang dikeluarkan oleh mesin FUFI sebelah kiri. Tapi saat jalanan longgar dan motor dapat digeber lebih kencang. Nyuusss,, hawa panas perlahan hilang.


Gimana gimana?? udah cukup jelas belum? atau ada yang mau nambahin guys???

Advertisements

11 thoughts on “Pengeremen, Knalpot, Radiator | Review Suzuki All New Satria F150 FI Setelah 1 Tahun Pemakaian

  1. nembak-nembak karena setting fuel (BBM) dgn udara gak sesuai. Atau bisa jadi ada masalah di busi.
    coba minta setting CO pas service di beres.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s