Test Ride Suzuki GSX-R150, Layaknya Cewe Berparas Biasa Tapi “Mainnya” Jago

Fun to ride!!! Kata paling tepat buat menggambarkan begitu asiknya mengendarai Suzuki GSX-R150 ini. Kalau diibaratkan manusia, GSX-R150 ini adalah cewek berparas biasa aja, tapi bisa bikin kesengsem, terutama karena “permainannya”. Classy, durable, dan bikin nagih.. Nah, begitu juga Suzuki Ge Sex R ini :V . Sejak pertama lihat fotonya sampai akhirnya lihat langsung, kesimpulan gue tetep sama,, “Desainnya biasa aja bro”. Desain samping oke lah (kecuali deltabox jadi-jadiannya), tapi headlamp dan stoplampnya?? *sigh… Itu impresi saat liat wujudnya. Tapi begitu mencoba menunggangi dan membawa kabur ke jalanan?? Kesan yang langsung terekam di pikiran adalah “Layak beli”..

20170225_143208.jpg

Dashboard Suzuki GSX-R150 yang rapi jali

Kesempatan mengendarai Suzuki GSX-R150 muncul ketika gue menggiring si Esfi (Satria FUFI) untuk servis gratis yang terakhir kalinya (gak kerasa udah setahun aja). Siang itu, antrian cukup panjang, sehingga si Esfi kemungkinan selesai diservis jam 3 atau 4 sore, padahal gue masukin jam 11. Sembari menunggu, gue berjalan ke area showroom untuk melihat-lihat kembali Suzuki GSX-R150.

Novi, counter sales yang melayani gue sejak pertama kali datang dan bertanya tentang Satria FUFI dulu, membuyarkan fokus gue yang sedang asik memandangi GSX-R150. “Bang, mau nyobain GSX-R150? Bilang aja tuh ke mekanik di belakang” kata dia.. “Wah beneran?? Asiiiik”

Terpampang 1 unit Suzuki GSX-R150 warna putih di bengkel. Setelah tanya-tanya tentang hidupin dan segala macemnya, gue minta ijin untuk membawa kabur si GSX-R150 ini.

Remote aktifin, tekan knob di deket tangki, puter sampe mentok ke kanan, posisikan engine cut off di posisi on, lalu tekan tombol start. Bruuum.. Walau mesin satu rancang bangun, entah kenapa suaranya agak berbeda dengan Satria FUFI. Mungkin karena pengaplikasian knalpot yang berbeda.. Gak pake lama, gue gelandang si GSX-R150 ke jalan raya..

WOW, Unexpectedly Fun to Ride

Gak nyangka, ternyata seasik ini naik Suzuki GSX-R150. Ringan, lincah, powerful, dan ergonominya racy banget.. Berasa lagi balapan dan tingkat ketamvanan naik 70% :V .. Asli, gue jadi ngerasa naik Satria FUFI itu kurang menyenangkan. Gue udah terlalu lama main sama motor matic dan bebek. Kayanya gue harus bener-bener upgrade ke sport (Sayang kondisi saat ini gak memungkinkan hiks).

20170225_144419.jpg

Mau tahu detailnya???? Berikut impresi yang tertangkap oleh panca indra gue:

Fitur

Fitur andalan dari GSX-R150 ini tentu KIS nya, alias Keyless Ignition System.. Cara menggunakannya simple.

  • Pastikan remote berada dekat dengan motor, maksimal jarak 1 meter..
  • Nyalain remotenya
  • Tekan knob yang di tangki, putar ke kanan sampe mentok
  • Posisikan saklar Engine Cut Off di posisi On
  • Tekan tombol start

Canggih, belum ada di motor lain di kelas

Oya, selain KIS, GSX-R150 juga sudah dilengkapi dengan Pass Beam. Bisa nge-dim nih kaya mobil 😀 ..

Ergonomi

Ini motor dengan ergonomi paling racy yang pernah gue naikin.. Setangnya underyoke coy, udah siap turun ke sirkuit nih.. Sebelum GSX-R150 ini, motor sport yang udah gue betot baru Honda CBR150R thai (muka semvak), Yamaha New Vixion Lightning, Yamaha Xabre, dan Yamaha RX-King. Tapi kalau sekedar naikin doang mah banyak, sampe moge-moge di pameran juga gue naikin wkwk..

Untuk gue yang tingginya 165 cm dan berat 57 kg ini, naik GSX-R150 yang seat height nya 785 mm ini gue masih jinjit.. Tapi jinjitnya dikit kok, masih pede lah. Toh motor ini juga ringan, beratnya cuma 131 kg, maju mundurin pake kaki nggak perlu effort berlebih.

Performa mesin

Gue udah setahun naikin Satria FUFI. Pas naik GSX-R150 ini, gue udah familiar dengan mesinnya. Karena sesungguhnya mesin GSX-R150 ini adalah mesin FUFI yang diupgrade. Jadi feel FUFInya masih berasa banget.

Dari sisi akselerasi awal, GSX-R150 nggak seganas FUFI, enggak nyundul-nyundul. Memang sih power dan torsi GSX-R150 lebih besar.

  • GSX-R150 powernya 19,1 HP @10.500 rpm dengan torsi 14 Nm @9.000 rpm.
  • Sedangkan All New Satria F150 FI powernya 18,2 HP @10.000 rpm dengan torsi 13,8 Nm @8.500 rpm

Tapi, berat FUFI yang cuma 109 kg menjadikannya unggul Power to Weight Ratio (PWR) dibanding GSX-R150 yang 131 kg.

Tapi begitu rpm sudah mulai beranjak naik, keganasan tenaga dari motor ini mulai terasa. Sadis!!! Kalau dirasa-rasa, sensasinya masih 11-12 sama FUFI. Harus pake alat pengukuran yang mumpuni untuk tahu perbedaan performanya..

Raungan knalpotnya, gue merasakan sedikit berbeda dengan FUFI. Entah kenapa gue masih lebih demen “desahannya” FUFI :V .

Pengereman

Di sektor rem, ini yang gue heran. Dengan perangkat pengereman yang sama dengan Satria FUFI, GSX-R150 berasa lebih pakem. Entah karena masih baru atau emang ada yang salah dengan rem FUFI gue? Soalnya sejak pertama beli, gue merasa kalau rem FUFI gue ini dibanding dengan rem Jupiter MX generasi pertama aja masih kalah pakem.

Atau cuma perasaan mas Bara saja ya? 😀

Suspensi

Ini yang patut gue apresiasi lagi. Bener-bener menambal kelemahan di Satria FUFI. Shocknya pas.. Enggak terlalu empuk dan enggak terlalu keras.. Melibas jalan bumpy masih nyaman dan gak ada bunyi-bunyian yang mengganggu telinga. Dibawa ngebut dan nikung juga enggak limbung.. Terbaeeeek..

Bandingkan dengan Satria FUFI. Saat pertama datang, shock depan empuk banget dan bunyi ceklog-ceklog. Saat udah diganti, shock depan jadi agak keras. Kalau ketemu jalan bergelombang / rusak dan dilewati dengan kecepatan tinggi, terkadang masih muncul bunyi jeduk-jeduk yang mengganggu.

Handling

Handlingnya in my humble opinion, superb!!!

Diajak nikung nurut. Berasa enteng bener layaknya Satria FUFI. Tapi tentu lebih pede nikung pake GSX-R150 karena bannya lebih gambot. Buat nikung pacar temen juga pasti lebih mumpuni pake GSX-R150 dibandingkan FUFI wkwk..

20170225_144536.jpg

Selap-selip di keramaian juga bisa dijabanin. Motor ini ringan, gampang ditekuk-tekuk.

Dibawa ngebut di track lurus ayo ajaa, gue pede.. Nah beda sama FUFI yang kalau dibawa high speed gue enggak terlalu pede karena motornya tipis dan ringan banget, ketemu truk gede suka goyang dombret.

Persneling

Di sisi persneling, gue merasa kurang nyaman. Perpindahan giginya agak kasar. Padahal kilometer baru dikit kok, cuma 200an km. Mindahin dari gigi 2 ke N aja masih gampang. Entah faktor apa.. Kalau oli, padahal sama-sama pake oli Suzuki.

Gue bandingkan dengan FUFI, di FUFI lebih halus.. Apalagi setelah diservis, beuh persneling FUFI halus banget.. Mindahin dari gigi 2 ke N sebelum sevis agak susah, tapi setelahnya mah nyeesss, lancar.

Spion

Urusan spion, gue lebih mempercayakan ke spion punya FUFI. Ukuran spion GSX-R150 ini lebih mungil dari punya Satria FUFI. Sedangkan gue orangnya sangat bergantung kepada spion, spion kanan maupun kiri berfungsi semua buat gue. Spion yang besar lebih memudahkan untuk melihat kondisi di belakang kita. Mereka yang gak pake spion mungkin masih belum bisa move on dari masa lalunya , takut baper kalau muncul bayangan mantan pas noleh ke kaca spion :V :V ..

Recommended or Not???

Nah, jadi recommended atau enggak bro?? Menurut gue sih dua-duanya ya.. Motor ini recommended iya, not recommended juga iya. Maksudnya?

Recommended –> Buat kalian yang lebih mementingkan isi daripada cover, GSX-R150 ini recommended, banget malahan!! Kalian pecinta motor berperforma tinggi, cocok dengan motor ini.. Kalian yang menginginkan sensasi berkendara yang asik, baik handling, ergonomi, dan keganasan mesinnya, cocok banget sama GSX-R150!! Juga buat kalian yang ingin tampil beda. Tentu GSX-R150 paling tepat! Suzuki jual performa bro!! Ibarat cewe, GSX-R150 ini parasnya enggak cantik-cantik amat, tapi bisa bikin lo menghabiskan beronde-ronde “permainan”, juga klimaksnya lama.. HAHAHA..

Not Recommended –> Bagi kalian yang lebih mementingkan cover, termasuk untuk menarik perhatian cewek, menurut gue sih kurang (kalau gk boleh dibilang enggak) recommended.. Simpulan gue tentang desainnya tetep sama “Kurang Greget”.. Desainnya bukan selera semua orang. Satu-satunya yang gue demen adalah desain sampingnya, itupun sedikit rusak gara-gara frame cover yang mirip deltabox itu. Menurut gue jadi terkesan cheapy, layaknya cabe-cabean yang ngelukis alis ketebelan kaya shinchan.. 😀 . Kalian yang mementingkan desain, lebih cocok ambil Yamaha All New R15 atau Honda CBR150R..

Buat gue, Suzuki GSX-R150 diciptakan murni sebagai full power light sportbike.. No unnecessary make up, just power, pure power, scarry power!! It’s definitely a beast!!

20170225_143319.jpg

Advertisements

25 thoughts on “Test Ride Suzuki GSX-R150, Layaknya Cewe Berparas Biasa Tapi “Mainnya” Jago

    • Jinjit atau nggak tergantung panjang kaki dan berat badan bro. Coba aja dulu.. soalnya ada cewe yg tingginya 160cm dan beratnya 54kg tp gk jinjit naik ini..

      Like

  1. Varian warna baru All New Suzuki All New Satria F150 facelift versi 2018.
    Harga :
    Rp 22.200.000,-
    Untuk varian Standard.
    Rp 22.500.000,-
    Untuk varian (High Grade) yg juga dilengkapi fitur seperti :
    “Security Alarm System”
    Pict : intip.in/mPRo
    Rp 22.650.000,-
    Untuk All New Satria F150 Black Predator Special Edition.
    dilengkapi tambahan fitur seperti :
    “USB Charger” Dan “Security Alarm System”
    Pict : intip.in/ESsh
    Harga : OTR JKT, (On The Road DKI Jakarta).
     
    Pilihan Varian warna All New Satria F150 Injeksi (Fi) Facelift 2018.
    Pilihan varian warna klik-> : intip.in/Rrbo
    Galery Pict klik link : intip.in/xEdG
    Klik juga link pictures berikut :
    : intip.in/RQJK : intip.in/nDBz : intip.in/demC
    : intip.in/cUUX : intip.in/pr0s : intip.in/BGRU
    : intip.in/JZNf : intip.in/4nTM : intip.in/uRcL
    : intip.in/8hkX : intip.in/eaRh : intip.in/42t6
    : intip.in/1Ou6 : intip.in/LcaC : intip.in/zwnh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s