Melihat Langsung Suzuki GSX-R150, Memang Kurang Oke Desainnya

Saat ada orang bilang “lu harus lihat langsung Suzuki GSX-R150 untuk tahu kalau aslinya lebih keren dari foto-fotonya”, ya gue sih percaya aja. Bahkan gak terbatas di GSX-R150 kok. Menurut gue, hampir semua (kalau gak boleh dibilang semua) motor memang begitu. Saat kita melihat unitnya secara langsung dengan mata telanjang, pasti gue akan berkomentar “njir, iya aslinya lebih cakep euy daripada hanya lihat di gambar”. Mungkin kalian juga ya 😀 .. GSX-R150 memang lebih keren lihat aslinya, tapi apa iya sih sekeren itu? Menurut gue enggak..

Katakanlah saat lihat di foto, gue kasih nilai 7 buat GSX-R150 ini, saat lihat aslinya gue kasih nilai 7,5. Kalau gue harus berkata jujur, desainnya memang masih lebih keren All New CBR150R.

20170210_144430.jpg

Sebenernya gue suka desain yang tidak terlalu menyudut tajam, desain dengan lekukan yang mengalir halus nan indah, ya seperti GSX-R150 ini. Tapi menurut gue motor ini gagal memeberikan kesan “WAH” pada beberapa bagian desain yang krusial. Terutama sekali adalah headlamp.. Gue yakin hampir sebagian besar para pecinta sepeda motor mengiyakan. Entah apa yang ada di pikiran desainer Suzuki untuk motor ini. Sorry to say, jauh kalau mau dibandingin CBR150R atau All New R15. Hal kedua yang terkesan murahan adalah kondom framenya bro, seolah – olah framenya adalah deltabox.. Weleh, gak bisa banyak berkata-kata gue mah hehe..

i dislike

Bentuk tangki menurut gue udah okay, cuma ukurannya aja yang kekecilan. Jok belakang? Wah, kesalahan fatal di R15 sepertinya diadopsi di GSX-R150. Sedangkan R15 sendiri, di seri All New nya sudah menurunkan ketinggian jok boncenger. Stoplamp, ini juga menurut gue gimana, kurang gagah gitu. Lalu satu lagi yang menurut gue desainnya kurang dimaksimalkan adalah spakbor depan. Sederhana banget ya guys, nggak menunjukkan identitas sebagai motor sport.

i like

Bentuk fairing dilihat dari samping menurut gue keren, simple tapi mewah. Kisi-kisi di fairingnya juga menarik kok. Permainan warna juga gue acungi jempol, lebih bagus dibanding Satria FUFI, apalagi stikernya juga simple.. Suka gue.. Selain itu, daerah dashboard juga menjadi salah satu nilai plus buat gue. Rapi jali.. Satu lagi yang jadi pembeda dari kompetitor adalah Keyless Ignition System (KIS). Gak perlu kunci kontak buat nyalain motor, cukup pake remot, keren kaaan.

Ada yang unik di spakbor belakangnya, selain bisa dilepas bagian gedebong pisangnya :V , ternyata juga memiliki sayap untuk mengurangi cipratan air ke boncenger. Sama seperti di Satria FU Injeksi. Nah, gedebong pisangnya itu menyatu dengan sayapnya ini. Jadi kalau dilepas ya sepaket.

Suzuki juga telah menyematkan pass beam di GSX-R150 ini. Ya udah semacam fitur wajib di motorsport sih.

Radiatornya segede gaban, sama kaya Satria FUFI. Sedangkan peleknya masih menganut palang Y, cuma sedikit berbeda dengan Satria, ini mirip punyanya Ninin 250FI atau R25. Entah kenapa menurut gue, sampai saat ini pelek dengan model Y ini masih yang terbaik.

Menurut gue, warna merah dan warna putih adalah yang paling eye catching. Tapi sayang saat gue berkunjung ke dealer, hanya ada warna merah dan warna hitam. Belum kesampaian nih lihat yang warna putih.

Seperti produk Suzuki lainnya saat ini, Suzuki lebih menawarkan akan kualitas bahan dan finishingnya serta terutama adalah performa dari GSX-R150 ini.

https://cuaprider.wordpress.com/2017/01/31/r15-2017-vs-cbr150r-vs-gsx-r150-desain-vs-brand-vs-kualitas/

https://cuaprider.wordpress.com/2017/01/29/komparasi-top-speed-yamaha-all-new-r15-vs-honda-cbr150r-vs-gsx-r150/

https://cuaprider.wordpress.com/2017/01/27/edan-ini-top-speed-suzuki-gsx-r150-di-sentul/

https://cuaprider.wordpress.com/2017/01/30/komparasi-fitur-unggulan-yamaha-all-new-r15-vs-honda-cbr150r-vs-suzuki-gsx-r150/

Ada yang pernah lihat langsung juga? Gimana menurut pendapat masbro sekalian? Jelek? Biasa aja? Keren? atau Keren banget?? Hehehe..

Advertisements

2 thoughts on “Melihat Langsung Suzuki GSX-R150, Memang Kurang Oke Desainnya

  1. Selera subjektif dengan harga serta kwalitas didapat, kalau ana rasa kalau ngak suka ngak usah di beli, motor szuki dan ksaki mah bagi yg hobi bukan harap dijual lagi klw bisa

    Like

  2. Selera subjektif dengan harga serta kwalitas didapat, kalau ana rasa kalau ngak suka ngak usah di beli, motor szuki dan ksaki mah bagi yg hobi bukan harap dijual lagi klw bisa

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s