Benarkah SOHC Penyebab Kalahnya Penjualan R15 Dibanding CBR150R?

Perdebatan mengenai SOHC vs DOHC adalah hal yang paling panas di blogsphere roda dua Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh om Leopold, bahasan ini adalah hal yang basi dan menyesatkan. Gue setuju dengan pendapat om Leo.. Gue disini bukan ingin memperkeruh suasana dengan menambah panjang perdebatan yang gak berguna itu. Basi bro!! Basi!!

Seperti yang disampaikan om Leo dalam artikelnya terkait kontroversi DOHC vs SOHC,,

ADA TERLALU BANYAK FAKTOR LAIN yang juga menentukan. Kapasitas CC, karakter tenaga yang dibutuhkan, kombinasi Bore x stroke, kualitas klep/silinder, pilihan gear ratio, chasiss dll. Motor harus dilihat dari keseluruhan kesatuan produknya. Belum lagi dengan menghitung faktor after sales lainnya.”

Membeli sepeda motor itu gak hanya berfokus pada satu poin, tapi banyak pertimbangan. Apa yang disampaikan oleh om Leo di atas adalah alasan rasional para bike enthusiast yang udah paham seluk beluk motor. Mungkin faktor yang dipertimbangkan akan berbeda bila dibandingkan dengan orang awam. Tapi ada satu kesamaan, beli motor dilihat dari keseluruhan kesatuan produknya, misalnya orang awam akan melihat dari desain+harga+lain-lain. Bukan karena dia DOHC / SOHC doang.

modif-r15-2.jpg

Yamaha R15. Foto pinjam bro cicakkreatip

Banyak yang beranggapan bahwa kalahnya penjualan Yamaha YZF R15 oleh Honda CBR150R adalah karena R15 masih menggunakan mesin SOHC. Banyak yang beranggapan Yamaha harus membenamkan mesin DOHC untuk R15 agar bisa bersaing. Seperti yang disampaikan oleh Merdeka.com, periode Januari – Juni 2015, R15 terjual sebanyak 28.401 unit sedangkan CBR150R lebih unggul dengan 32.876 unit. Sedangkan dalam tulisan www.bensin77.com, selama tahun 2015 CBR150R terjual 69.420 unit dan R15 hanya 54.495 unit. Memang terlihat CBR150R lebih laris dibandingkan R15.

Mari kita tengok penjualan motor lain dengan basis mesin yang sama dengan kedua motor fairing di atas. Yamaha Vixion bermesin SOHC adalah raja motorsport di Indonesia,, penjualan sangat moncer dibanding motorsport lain. Selama tahun 2015 terjual sebanyak 275.261 unit. Sedangkan rivalnya, Honda CB150R bermesin DOHC terjual 112.615 unit selama tahun 2015 (sumber). Januari 2016 pun, Vixion masih digdaya dengan penjualan sebanyak 13.340 unit (Sumber data AISI dari blog IWB). Sedangkan CB150R tidak disebutkan berapa, tapi yang pasti lebih sedikit dibandingkan Honda Verza yang terjual sebanyak 5.189 unit. Jauuh dibanding penjualan New Vixion Advance.

Dapat kita lihat, dengan mesin SOHC, Vixion unggul. Sedangkan R15 dengan mesin yang sama kalah secara penjualan. **Kan peruntukannya beda bro antara sport fairing dengan naked sport???**.. Dari ratusan ribu konsumen yang beli motor-motor itu, kira-kira berapa yang berpikiran seperti itu? Gak semua orang (malah mayoritas) gak akan berpikir sedetail itu gue rasa. Apalagi masalah mesin, berapa persen yang ngerti coba? Gue rasa hanya segelintir. Gue tanya 3 orang temen gue yang pake Vixion kenapa memilih Vixion, jawabannya karena paling suka modelnya dibanding motor lain dengan harga yang sama. Mereka bukan bike enthusiast. Mereka beli motor untuk transportasi, gak lebih. Mereka gak memungkinkan DOHC ata SOHC, dan gue rasa mayoritas konsumen yang beneran beli (bukan cuma koar-koar) berpikiran sama kaya temen-temen gue itu.

**Jadi kira-kira apa penyebab kekalahan penjualan R15?** Jawabannya adalah DESAIN. Kita lihat, baik Vixion maupun CB150R mempunyai desain yang cakepnya 11-12 (dengan New CB150R), ukuran yang hampir sama, posisi duduk yang hampir sama baik pengendara maupun boncenger, dan jangan lupa image Vixion yang lebih mengakar dibanding CB150R.

Sekarang kita bandingkan R15 dan CBR150R. Walaupun sama-sama sport fairing, tapi banyak perbedaan diantara keduanya. R15 diunggulkan dengan desain yang lebih sporty dan dilengkapi deltabox yang digemari konsumen dan jangan lupa swing arm model banana yang biasanya hanya ada di moge. Kelemahannya yang disesalkan konsumen adalah fairing yang kegedean sedangkan tangki bensinnya imut-imut, bikin gak proporsional. Selain itu jok boncenger dirasa terlalu tinggi, gak nyaman nih kalau yang bonceng ibu-ibu. Sedangkan CBR150R hadir dengan body yang gambot layaknya moge dan desain yang plek mirip dengan CBR250R. Antara fairing, tangki, dan bodynya juga terlihat lebih proporsional. Jok boncenger pun gak terlalu tinggi. Jangan lupa nama CBR juga lebih melekat dibanding R series karena lebih dulu masuk ke Indonesia.

CBR150R-test-2.jpg

Honda All New CBR150R . Foto pinjem wak haji Taufik

Nah, menurut gue,, Yamaha gak perlu buru-buru riset mesin DOHC untuk menjungkalkan CBR, cobalah ganti desain yang lebih proporsional dan nyaman. Misalnya pakai desain R125 tapi dengan jok yang gak terlalu tinggi, terutama jok boncenger.. Ayo Yamaha, banyak yang naksir R125 lhoo..

yamaha-r125-red-black.jpg

Yamaha R125. Foto dari kang peysblog

 

Advertisements

18 thoughts on “Benarkah SOHC Penyebab Kalahnya Penjualan R15 Dibanding CBR150R?

  1. Design memang sangat berpengaruh thd laku tidaknya sebuah motor. Tapi faktor akselerasi,power,top speed,tentunya juga menjadi faktor pertimbangan juga.

    Ok lah. Anggap saja mayoritas orang tidak paham apa itu dohc,apa itu sohc. Tapi tentunya,lambat laun orang akan makin tahu motor mana yg lebih kencang. Dan faktor kencang ini tentunya menjadi faktor yg sangat penting untuk motor type sport.

    Like

    • Untuk orang-orang tertentu, ya!! Terutama mereka yang passion terhadap motor sangat tinggi.. Tapi orang-orang di lingkungan gue, dimana hasrat terhadap motor hanyalah sebagai kendaraan untuk mengantarkan kesana kemari, gak ada yang milih motor karena kencangnya..

      Like

    • Masalah kenceng tinggal set up dan rider mesin pengaruh tapi ga banyak apalagi dilihat dr jarak lintasan. Pengaruh utama yg bikin laku syp sebelah adalah mindset harga jual dan irit? Yah itulah realitanya. Soal desain itu pengaruh juga utamanya bg yg awam, pasti lihat bentuk dulu isi belakangan …. Yah sm kaya milih istri lah

      Like

  2. Kalau yang jadi masalah desain & boncenger, kenapa CBR150R 2016 yang baru malah diubah mirip R15? Malah mengikuti kompetitor yang penjualannya lebih rendah. Kalau R15 difacelift mirip R125, aku nggak yakin bisa melawan penjualan CBR150R yang sekarang. Lebih baik R15 mengubah fairing lebih ramping aja & tangki lebih kekar sedikit. Masalah boncenger sebaiknya tetap runcing.

    Like

    • Nah ini, kita belum tahu bakal sesukses apa New CBR ini.. Apa keputusan Honda telah benar dengan menjadikannya lebih sporty atau malah blunder? Siapa tahu ternyata konsumen lebih menggemari CBR lama yang gambot bak moge. Time will tell..

      Like

  3. menurut gue di liat dr tayangan di tv ya mending R15 pake dohc di gembotin ky motornya RevBoy di desa2 motor gede/ninja..lbh tenar dr cbr150.yg kurus..

    Like

  4. ahgak nyimpang, tp keliatan. selama msh ada dyionisius bety di yamaha, aga susah nuntut perubahan. krn dia yg punya kuasa dan lbh suka bebek yg dijual yamaha. jd ya susah nuntutnya. laen kl dia udh dilengserkan. yamaha hrs kaya honda pimpinannya, lbh denger konsumen skrg.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s