Turing Jakarta – Padang: (Part 4/Terakhir) Muara Bulian – Padang.. After a Long Long Journey, Finally!!

Jum’at, 5 Februari 2016

Setelah hari-hari sebelumnya berangkat jam 10.30, jam 7.40, dan jam 8.40, pagi itu gue bersiap-siap lebih awal. Hal ini karena jarak yang harus gue tempuh lebih jauh dibanding sebelumnya dan gue gak mau menginap lagi. Jakarta – Bandar Lampung sejauh 215 km, Bandar Lampung – Palembang sejauh 370 km, Palembang – Muara Bulian sejauh 290 km, dan kira-kira gue harus menempuh sekitar 470 km lagi untuk sampai ke Padang.

Berhubung hotel gak menyediakan sarapan buat tamu kelas melati, maka pagi itu gue dan Agung sarapan snack gandum dan susu beruang, ๐Ÿ˜€ … Jam 6.30 gue berangkat dari Muara Bulian untuk memulai kembali perjalanan. Sampai di Muara Tembesi jam 6.50, gue menuju pom bensin tapi ternyata masih tutup. Gue bertanya ke seorang ibu di sekitar pom bensin dan dia bilang baru buka jam 7. Okelah mending gue tunggu aja karena kata si ibu, pom bensin berikutnya lumayan jauh.

IMG_20160205_073758

Isi penuh bensin, dan start lagi.. Oya, rute kali ini merupakan jalan penghubung dari lintas timur ke lintas tengah. Jalanan gak selebar jalan lintas timur, tapi kualitas jalannya gue acungin jempol, masih haluuuus, walaupun sesekali emang masih ada sedikit bopeng ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ … Pemandangan juga lebih menarik dibandingkan jalan lintas timur yang itu itu aja isinya hehe.. Sepanjang jalan dari Muara Tembesi dihiasi dengan aliran sungai yang sangat besar, entah sungai batang hari atau sungai tembesi. Selepas aliran sungai, kali ini jalanan berkelok-kelok dan semakin naik menuju perbukitan. Tanjakannya nggak ekstrim, mudah ditaklukan, dan jalanan masih tetap mulus di selingi sedikit bopeng ๐Ÿ˜€ .. Hati-hati melewati jalan ini karena rawan longsor.

IMG_20160205_074320

Sampai di Muara Tebo, gue berhenti sejenak untuk sarapan. Snack yang dimakan tadi pagi udah gak mampu lagi menahan lapar ๐Ÿ˜€ .. Kelar makan lontong sayur, perjalanan dimulai kembali. Akhirnya sampai di Muara Bungo dan bergabung dengan jalan lintas tengah Sumatera. Jalanan di Provinsi Jambi overall jauh lebih bagus dan layak dibanding jalanan di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan.

Selepas Muara Bungo, akhirnya sampailah di perbatasan Jambi dan Sumbar. Jam 11.45, gue menepi untuk menunaikan solat Jumat. Ternyata adzan baru dimulai jam 12.30.. Waaah terlalu cepet gue berhenti, gue kira sama kaya di Jakarta, jam 12 kurang dikit adzan,, hehehe…

IMG_20160205_141532

Memasuki daerah Sumatera Barat ini, pemandangannya lebih menarik lagi. Bukit-bukit yang menjulang tinggi, sawah-sawah yang menghampar, kerbau-kerbau di tepi sungai, gubuk di tengah sawah. Kalau lu pernah makan di rumah makan padang, biasanya ada lukisan kan? Naaah pemandangan di sini kaya di lukisan-lukisan itu,, persis!! Oya, jalan pun semakin bagus di sini.. Diantara provinsi-provinsi yang gue lewatin, terbaek lah provinsi Sumatera Barat ini.. Pemandangan gak ngebosenin, jalanan juga mulus.. Cocok nih buat turing..

IMG_20160205_143115

Ngomong-ngomong tentang hiburan di mobil, mobil gue cuma dilengkapi head unit single din yang hanya bisa memutar tape dan radio. no dvd, no tv, no usb.. Jadul banget hahaha.. Berhubung gue gak punya kaset-kaset tape, yaudah hiburan gue cuma radio. Kalau di Jakarta sampai menjelang Merak hiburan gue radio prambors, radio kekinian lah haha.. Nah mulai dari tulang bawang, udah gak jelas lagi nih.. Ganti-ganti channel mulu karena begitu meninggalkan satu daerah ke daerah lain, sinyal radio juga timbul tenggelam. Dangdut lah, lagu jawa lah (di Tulang Bawang dan Mesuji banyak orang Jawa soalnya ๐Ÿ˜€ ), lagu bahasa daerahย lah, dan lain-lain, nano-nano deh,, ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ …

40 km sebelum Solok, gue makan siang di sebuah rumah makan padang. Hasil bincang-bincang dengan Uni pemilik rumah makan, perjalanan ke Solok jalanan masih termasuk datar. Tapi setelah itu harus melewati jalanan yang berkelok-kelok dan menanjak sebelum akhirnya kembali menuruni gunung menuju Padang. Waaah jadi deg-degan gue kalau harus melibas tanjakan, soalnya si Boggil loyoo kalau nanjak hehe..

IMG_20160205_143206

Ternyata memang benar adanya. Setelah gue melewati Solok, jalanan berangsur-angsur menanjak.. Karena terus-terusan pake gigi rendah dan bekerja lebih keras, hal yang gue takutkan terjadi. Panas mesin si Boggil makin naik menuju overheat. Gak mau ambil risiko, gue menepi dulu dan berhenti di pinggir jalan. Kap mesin gue buka untuk mempercepat proses pendinginan. Setelah gue rasa cukup, gue melanjutkan perjalanan, dan kembali menaiki gunung. Sebelum turunan, terlihat keramaian. Kalau diliat-liat, kayanya daerah ini jadi tempat rekreasi kaya di Puncak Bogor gitu deh. Oya, gunung yang gue lewatin ini adalah Taman Nasional Kerinci Seblat. Waaah jangan-jangan ada harimau sumatera nya di hutan ini.. Gue berharap bisa liat harimau sumatera di pinggir jalan tapi hasilnya nihil ๐Ÿ˜€ ..

Melewati turunan, ternyata lebih ekstrim. Waaaah berarti kalau dari arah Padang, bakal lebih serem nih nanjaknya.. Apalagi banyak truk-truk besar.. Baik turun maupun naik jadi terhambat truk-truk itu. Gak berani deh gue kalau nanjak dari arah Padang hehe..

IMG_20160205_181020

Setelah turun, turun, dan turun, akhirnya terlihat kota Padang dari ketinggian. Terus melaju, gue ikutin gps via google maps untuk menuju Universitas Andalas, tujuan gue. Belok kanan, belok kanan lagi, jalan semakin kecil dan semakin kecil. Malah bukan lagi jalan aspal yang gue lewati, tapi jalan kerikil, mana nanjak pula.. Kampung bener nih Unand, pikir gue. Ketemu ibu-ibu, tanya, dan ternyata gue ambil jalan yang salah. Ya bisa sih, tapi masuk jalan gak jelas.. Ah si kampret nih dasar google maps, berkali-kali gue dijerumuskan ke jalan gak jelas begini. Karena udah tanggung, yaudahlah gue lanjutkan perjalanan.

IMG_20160205_184058

Setelah 4 hari 3 malam yang melelahkan, 1.345 kilometer, ban pecah, naik turun, kelokan, akhirnya sampailah gue di kampus Unand, Padang. Berhasil deh gue menaklukan kerasnya jalanan Sumatera. Such a long long journey.. Terimakasih Tuhan, Agung, Umi, Akas, tak lupa doa istri dan kedua orang tua, dan semuanya yang telah menemani perjalanan panjang Jakarta – Padang.. Well done Boggil, you are such a tough little car, thank you.. and sorry for torturing you for 4 days and 3 nights..ย 

IMG_20160205_192450.jpg

Advertisements

11 thoughts on “Turing Jakarta – Padang: (Part 4/Terakhir) Muara Bulian – Padang.. After a Long Long Journey, Finally!!

    • ane nggak ngoyo om,, kasian mobilnya juga hehe.. mobil kecil gini susah diajak ngelibas jalan rusak om.. trs klo berhenti jg agak lama sih ๐Ÿ˜€

      Like

      • kl liat fotonya dari solok ke padang lewat sitinjau laut yaOm …,
        itu tanjakan emang super ya. Pernah lewat sana tapi arah kebalikannya…, dari padang ke solok…, paka xenia Li…, bagasi full barang + 5 orang penumpang…,
        sempat H2C pas lagi nanjak…, truk turun nga ngasi lewat …, terpaksa berhenti ditengah tanjakan … , untuk masi bisa lewat walau pakai acara matiin AC…

        Like

      • wah ngak ngerti nama daerahnya om.. klo di gmaps pkknya lewat taman nasional.. berkelok2 jg..

        beuh dr padang ke solok lbh ekstrim emang. naik suv macam pajero sport baru deh kayanya nikmat ๐Ÿ˜€

        Like

  1. Pingback: Konsumsi BBM Si Boggil (Hyundai Getz), Borosnyaaa | travelmotoblog

  2. Waaahh mantap nih pengalamannya,.. jadi pengen juga.
    Thanks om, udh sharing.
    Berguna bgt nih bagi yg mau touring di sumatra.

    Like

    • sama-sama om,, semoga berguna… kalau mau jalan malam lebih baik iring-iringan gan.. tapi ane sih saranin siang aja,, sambil liat pemandangan jg hehe..

      Like

  3. Mirip-mirip lah pengalaman mudik lebaran tahun lalu…sempat nyasar jg. Saya trek nya Bekasi-Palembang, Palembang-Muara Bungo (via Tempino jg), Muara Bungo-Padang..pakai Ertiga.. Lebaran ini rencana mengulang jalur yang sama ..smg lancar.

    Like

  4. Hee he.. he.. Saya jg di kerjain sama goole maps. Enakan lewat lintas tegah lebih dekat. Jalannya emang sedikit berbelok-belok di daerah lahat. Tapi lewat lahat menuju tebing tinggi sampai lubuk linggau udah enak. Apalagi lubuk linggau sampai solok udah lari habis 120km per jam, di 140km juga bisa.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s