5 Dosa Pengendara Mobil Di Jalan Tol

 

Di mata masyarakat, para pemotor terkenal suka berkendara sesuka hati dan tidak taat aturan. Ya memang faktanya demikian sih. Banyak dari para pengendara mobil yang suka menyudutkan perilaku tidak tertib dari para pengendara motor. Tapi seharusnya para pengendara mobil juga berkaca, emangnya mereka sudah sangat tertib?

Dalam hal pelanggaran, memang secara kasat mata para pengendara motor terlihat lebih sering melanggar aturan lalu lintas maupun etika berkendara. Salah satu hal yang menyebabkan para pengendara motor lebih sering terlihat melanggar peraturan adalah karena ukuran motor yang kecil, lincah dan kemudahan pengoperasiannya sehingga juga mudah untuk melanggar peraturan. Tapi sebenernya banyak juga dari para pengendara mobil yang tak luput dari kesalahan melanggar aturan.

Perlu gue tegaskan, pengendara mobil itu sebenernya sama kurang ajarnya dengan pengendara motor!!! Entah mungkin memang perilaku orang Indonesia yang sudah sangat bebal atau bagaimana. Yang pasti bukan hanya orang yang “tidak” berpendidikan saja yang suka melanggar, banyak juga yang berpendidikan tinggi namun perilakunya tidak mencerminkan kalau dia berpendidikan. Bukan hanya orang miskin saja yang melanggar, banyak para pemilik mobil mewah yang melakukan perilaku menjijikan di jalan. Mungkin udah mental orang Indonesia untuk melanggar.. Karena kata orang kita, peraturan dibuat untuk dilanggar,, zzzzzzz…

images.jpg

Salah satu dosa, menggunakan bahu jalan. Pic dari kaskus


Oke, di artikel ini gue mau menjelaskan beberapa “dosa” pengendara mobil selama berkendara di jalan tol. Gue batasi ruang lingkup hanya di tol karena lebih mudah untuk membandingkan kondisi dengan kriteria berhubung banyak rambu-rambu yang terpasang namun tidak ditaati. Setiap minggu gue rutin masuk jalan tol, entah  itu jalan tol dalam kota, JORR, atau ke Bekasi, kadang ke Bogor dan satu kali mudik ke Brebes lewat tol Cikampek, Cipali, dan Pejagan. Banyak perilaku memuakkan dari para pengendara mobil dan kendaraan lainnya. Pemilik mobil notabene adalah golongan menengah ke atas yang gue yakin mayoritas mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi. Harusnya perilaku mereka mencerminkan orang-orang berpendidikan yang peka terhadap lingkungan dan sesama. Tapi apa faktanya di lapangan? Masih banyak yang ignoran broo.. Nah kali ini coba gue rangkum 5 dosa para pengguna jalan tol.. Cekidooot..

  1. Buang Sampah Sembarangan

Entah kenapa perilaku memalukan ini udah sangat membudaya di Indonesia. Dimana-mana orang buang sembarangan. Naik gunung ninggalin sampah segunung, sampah rumah tangga dibuang di sungai, naik motor buang puntung rokok sembarangan, begitu juga yang naik mobil suka buang sampah seenak jidat. Di tol, sejak pintu masuk aja udah keliatan. Di area setelah mobil masuk jalan tol akan terlihat banyak banget struk pembayaran tol yang berserakan di jalan. Kemarin gue mudik ke Brebes kan macet parah tuh, nah di tepi jalan gue liat banyak banget sampah sepanjang jalan dari para pengendara mobil ini. Bukan, bukan hanya pengendara motuba murah kaya Getz gue yang suka sembarangan buang sampah, sering lah gue juga liat mobil-mobil baru yang bahkan tergolong mewah macam Lexus yang pengemudinya “enggak tahu” akibatnya kalau buang sampah sembarangan. Shame on you, guys!!

  1. Kecepatan Melebihi Batas yang Diperbolehkan

Wah ini mah udah jelas banget peraturannya. Di tol manapun pasti ada ketentuan batas minimal dan maksimal kecepatan yang diperbolehkan. Kalau minimal seringnya 60 kmh, kalau maksimal ada yang 80 kmh ada yang 100 kmh. Kenyataannya apa? Damn!!! Saat jalanan lengang, udah pada kaya kesetanan semua tuh orang-orang. Ngetes topspeed brooooo…

14332223719_840731ea74_b.jpg

pic diambil dari skyscrapercity

Kalau dalam hal ini gue akuin kadang gue khilaf ngebecek gas sampe diatas 100kmh, malah pernah satu kali sampe 160kmh.. Maafkan Baim ya Allah,, ngeri banget kecepatan segitu, gak lagi-lagi deh.. Artikel ini sekaligus koreksi buat gue yang kadang berkendara melebihi batas kecepatan yang dibolehkan. Untung si nyonya selalu teriak kalau gue udah berkendara di atas 100kmh,, alarm manual lah ya haha..

  1. Menggunakan Lajur Bahu Jalan

Pasal 23 ayat 2 PP Nomor 8 Tahun 1990 menjelaskan tentang penggunaan lajur bahu jalan tol sebagai berikut:

  1. Lajur bahu jalan dapat digunakan bagi arus lalu lintas dalam keadaan darurat.
  2. Lajur bahu jalan diperuntukan bagi kendaraan yang berhenti darurat.
  3. Dilarang menarik/menderek/mendorong kendaraan dilajur bahu jalan.
  4. Dilarang membuang benda dengan sengaja/tidak sengaja di lajur bahu jalan.
4004943432_e911b514e3_z.jpg

pic diambil dari kaskus

Nah selain keempat itu jelas enggak diperbolehkan toooh? Namun nyatanya saat ini bahu jalan sering dipake untuk hal-hal lain yang enggak boleh.. Contoh paling sering ditemui adalah mendahului menggunakan bahu jalan. Pengalaman terbaru gue alami di jalan tol Cipali beberapa hari yang lalu. Tol Cipali kan Cuma 2 lajur, gue berada di lajur kiri dengan kecepatan sekitar 80kmh. Di lajur kanan ada mobil yang nyalip gue dan di saat yang bersamaan di sebelah kiri gue (bahu jalan) ada juga mobil yang nyalip gue dengan kecepatan yang lumayan mengerikan. Hal ini bikin gue agak kaget,, njirr!!! Very dangerous move!!!

20110929-trik_1.jpg

salah satu contoh keadaan darurat yang diperbolehkan. pic diambil dari kaskus

  1. Mendahului Dari Sebelah Kiri

Peraturan ini juga udah tegas banget. Sering banget gue liat papan peraturan di jalan tol bertuliskan “Dilarang Mendahului Dari Sebelah Kiri”. Sebagai negara yang menganut sistem setir di sebelah kanan, maka bila kita mendahului juga hendaknya dari sebelah kanan. Begitu juga di tol sudah jelas peraturannya. Tapi tetep aja banyak yang bandel mendahului dari sebelah kiri, malah dari bahu jalan,, kan be*aaaak..

  1. Tidak Menggunakan Lajur Sesuai Ketentuan
188540_pengendara-motor-masuk-jalan-tol_663_382.JPG

pic diambil dari viva

Nah poin 5 ini masih berkaitan dengan poin 4. Dari gambar di atas jelas lah ya peruntukan masing-masing lajur di jalan tol. Itu untuk jalan tol yang memiliki 3 lajur, kalau 2 lajur tinggal menyesuaikan aja.  Tapi kenyataannya enggak seperti itu bro,, truk banyak yang pake lajur 2 padahal termasuk lambat. Jalanan lengang tapi lajur paling kanan dipake. Bahu jalan sering dipake, dan lain-lain dan sebagainya.. hooaaaaam..

——————–

5 poin di atas cukup untuk menjelaskan kalau tidak hanya pengendara motor yang rutin melanggar aturan, tapi juga para pengendara mobil yang sering menyalahkan pemotor. Artikel ini sekaligus tamparan buat diri gue sendiri agar selalu introspeksi untuk terus menaati peraturan yang telah dibuat pemerintah. Kalau ada tambahan diluar 5 itu, bro dan sis bisa tambahkan di kolom komentar.. Haturnuhun..

Advertisements

13 thoughts on “5 Dosa Pengendara Mobil Di Jalan Tol

  1. mendahului dari kiri terutama di jalan tol benernya serba salah juga, banyak kasus mendahului dari lajur kiri soalnya kendaraan di lajur kanan yang cenderung lambat tapi gak mau pindah lajur kiri, jadi ya mo gimana lagi….

    Like

    • iya itu dia bro makanya ane kaitkan dg poin kelima.. tp tanpa itu pun banyak jg yg sengaja nyalip dr kiri pdhl kanan msh bisa.. misal gue di lajur 2 kecepatan 80kmh, nah ada yg nyalip dr kanan 90kmh, tp ada jg yg gk sabar akhirnya nyalip dr kiri 100kmh or more..

      Like

      • yup, kalo di tol nyalip dari kiri apalagi dari bahu jalan udah gak keitung lagi emang bro jumlahnya, mungkin kurang kesadaran aja dari pengguna jalan fungsi dari masing2 lajur..

        Liked by 1 person

    • salah siapa beli laembuhgini dimari. modif aja deeh kasih sayap biar terbang.. dendanya kan paling cuma remah remah rempeyek 😀

      Like

  2. kalo poin 5 terkadang liat situasinya, terkadang (sering maksudnya) di lajur paling kanan itu mobil jalannya pelan banget 60 km/jam juga ngga, udah di klaksonin trus di dim ga ke kiri juga akhirnya kita deh salip dr kiri, udah gitu dia bales kasih lampu jauh sengaja gitu, kan be*aaakkkk

    Like

    • iya maksud poin 5 emang gitu bro,, gak pake lajur sesuai ketentuan, termasuk lambat tapi di lajur paling kanan. Padahal dalam keadaan normal (gak macet), lajur paling kanan harusnya cuma untuk mendahului kalau sesuai peraturan..

      Like

  3. tambahan lagi bro:
    1. Menyalakan lampu hazard waktu hujan, udah gitu pake acara pindah jalur lagi.
    2. Sen..sen..dan sen..kayaknya sopir itu males banget make kelingkingnya untuk ngasih tanda kalo pindah jalur. Bukan cuma pindah, apalagi pake gaya motong dari kiri.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s