Valentino Rossi, The People’s Champion

Gelaran MotoGP 2015 akhirnya berakhir di Valencia, Spanyol. Adalah Jorge Lorenzo berkebangsaan Spanyol yang memenangkan balapan dan menjadikannya juara dunia MotoGP musim 2015 dengan menunggangi Yamaha YZR M1. Congratulations!!!

Photo credit: liputan6

Photo credit: liputan6

Sebagai seorang fan Valentino Rossi, gue tentu berharap Rossi lah yang dapat memenangi balapan dan menjadi juara dunia walaupun memang dari awal sudah terlihat mustahil. Tapi semangat Rossi perlu kita apresiasi,, menerapkan prinsip Impossible Is Nothing, doi bertarung sampai titik darah penghabisan.

Moments before the final

2 balapan terakhir sebelum final menyajikan drama yang seru, di dalam maupun luar lintasan balap. Pertama di Philip Island, Australia, dimana imho merupakan balapan terseru selama MotoGP 2015. Pertarungan sengit terjadi antara Rossi, Marquez, dan Iannone. Saling overtake!! Dimana akhirnya Marquez menjadi yang terdepan setelah lepas dari pertarungan bertiga dan kemudian malah over take Lorenzo,, lalu Iannone juga berhasil mengungguli Rossi. Namun, ternyata balapan tersebut menyisakan cerita yang menghebohkan karena Rossi menuduh Marquez telah sengaja menjaga jarak Rossi dengan Lorenzo. Sebagai pembalap yang berpengalaman, Rossi merasa ada yang tidak wajar dengan penampilan Marquez di Philip Island.

Yang kedua adalah #SepangClash. Insiden yang sangat menghebohkan antara Rossi dengan Marquez.  Keanehan bermula dari begitu mudahnya Lorenzo menyalip Marquez, dan setelah itu Marquez terlibat pertarungan menegangkan dengan Rossi. Marquez berkali-kali melakukan manuver agresif sehingga Rossi memberi peringatan. Marquez seakan tak peduli dengan peringatan yang diberikan seniornya. Namun kesabaran Rossi sepertinya habis sehingga terjadilah insiden paling memalukan sepanjang karir Rossi. Rossi menendang Marquez dan Marquez terjungkal jatuh. Hanya Rossi dan Tuhan yang tahu apakah itu disengaja atau tidak. Tapi yang jelas itu adalah insiden terburuk sepanjang karir Rossi. Namun atlet juga manusia. Tengok saja Holyfield vs Tyson II dan Zidane vs Matterazi. Atlet-atlet besar di cabang olahraga lain pun pernah kehilangan kontrol atas emosinya.

Sepang clash.. Photo credit: id motogp

Sepang clash.. Photo credit: id motogp

#SepangClash mengakibatkan Rossi diberikan hukuman penalti 3 poin oleh Race Director. Ini berarti Rossi harus memulai balapan dari posisi terakhir. Banding telah dilakukan bahkan sampai CAS, namun ditolak. Sempat ngambek dan mengancam tidak akan mengikuti balapan terakhir di Valencia, akhirnya Rossi memutuskan untuk tetap tampil dan berusaha maksimal di seri terakhir.

Momen-momen di Valencia

Rossi harus legowo dengan keputusan Race Director yang memaksanya mengawali balapan dari posisi 26. Balapan dimulai, dan Rossi dengan brilian langsung mengejar 6-7 rider di depannya. Lap demi lap, satu persatu pembalap disalipnya. Rossi terlihat sangat mudah meng-over take para pembalap di depannya sampai dia berada di posisi keempat. Seru liatnya!!! Setiap kali Rossi mampu menyalip para pembalap lain, suara riuh dari para penonton terdengar begitu luar biasa sehingga menambah serunya balapan. Tapi gue merasa para pembalap itu juga memberikan akses yang lebih mudah ke Rossi. Mungkin supaya perebutan gelar juara dunia lebih seru. Kalau kata om Maddog mah, biar lebih GREGET!!! Malah Iannonne menjatuhkan diri demi Rossi di depan dia, haha kidding bro.. 😀 .. Mungkin para pembalap itu berempati atas hukuman yang menimpa Rossi. Rasanya sungguh berat di saat kita harus bertarung meraih gelar di race terakhir, malah “dihadiahi” hukuman start dari belakang. Sakitnya tuh disini bro..

Posisi tiga terdepan diisi oleh 3 Spaniard yaitu Lorenzo, Marquez, dan Pedrosa. Betapa berat tugas Rossi untuk menjadi juara dunia tahun ini. Selain harus melewati Pedrosa dan Marquez yang notabene Top Riders, selisih waktu antara Rossi dengan Pedrosa pun sampai 11 detik ketika Rossi sudah berhasil naik ke posisi 4. Seiring bertambahnnya lap, selisih antara Rossi dan Pedrosa semakin jauh sampai 15 detik,, doooooh.

photo credit: forum detik

photo credit: forum detik

Sejak Philip Island, isu terkait konspirasi Lorenzo dan Marquez menyeruak. Hal ini juga terlihat begitu jelas di balapan Valencia ini, at least menurut penerawangan gue sebagai newbie. Menurut pengamatan gue, Marquez sebenernya punya banyak kans buat take over Lorenzo tapi hal itu urung dilakukan. Marquez seperti sengaja menjaga posisi Lorenzo agar tetap di depan. Indikasi itu semakin jelas terlihat ketika Pedrosa tahu-tahu semakin mendekati Marquez dan berhasil take over Marquez. Tapi Marquez langsung bereaksi dengan effort yang agresif untuk kembali merebut posisi dua dari Pedrosa. Kasarannya, motor Pedrosa dan Marquez mempunyai performa yang sama, sama-sama Honda. Dan sudah terbukti Marquez lebih hebat dibanding Pedrosa. Namun, kenapa Pedrosa bisa merangsek mendekati JL dan MM sedangkan MM terus-terusan menguntit JL di belakangnya. Terlihat ada yang enggak beres disini. Dan ternyata yang merasakan hal yang sama buat Cuma gue, banyak beredar meme-meme unik dan kocak terkait persekutuan MM dan JL baik di FB, Path, dan media sosial lainnya.

Akhirnya balapan berakhir dengan Lorenzo menjuarai race, disusul Marquez dan Pedrosa, dan Rossi harus puas di posisi keempat. Kemenangan Lorenzo sekaligus mengantarkan dia menjadi juara dunia MotoGP season 2015.

Cerita di balik nonton race terakhir MotoGP

Awalnya gue ngajakin temen-temen buat nobar di warkop terdekat. Tapi ternyata hujan mayan deres di sekitaran rumah gue. Akhirnya kita urungkan untuk nonton bareng. Kalau gini berarti gue harus nonton di rumah. Daaan, tv di rumah gue yang terakhir gue nyalain 3 bulan lalu, enggak bisa menangkap sinyal dengan baik. Pertama karena pakai antena dalam, jadi jangkauan untuk menangkap gelombangnya kurang. Kedua karena emang daerah sekitar rumah susah buat dapet gambar yang layak tonton.

DSC_0029

Bener aja, begitu gue nyalain, gue gak nemuin channel TransTV. Gue pindahin channel satu demi satu dan pindahin kesana kemari antenanya, akhirnya ketemu juga TransTV. Masalah datang ketika gambar hanya muncul ketika antena gue pegangin di posisi tertentu, dan jadilah akhirnya gue menonton balapan 30 lap dengan posisi tangan kiri mempertahankan antena biar dapet gambar.. Hadeeeeh.. Tak lupa sepanjang balapan gue berdoa supaya Lorenzo terjatuh ataupun duo Repsol crash dua-duanya, sehingga kalaupun Lorenzo tetep menang balapan, seenggaknya Rossi bisa runner up dan jadi juara dunia. Tapi kenyataan berkata lain, tidak ada satupun yang crash diantara mereka bertiga, huhu.. Mungkin dukun yang dibawa ke Spanyol buat bantuin Rossi kurang kuat nih, haha..

Lorenzo won the race and the title, Pedrosa showed us the drama, and Rossi won the hearts

Lorenzo memang memenangkan balapan dan resmi menjadi juara dunia MotoGP musim 2015, namun dia tidak memenangkan hati para pecinta MotoGP.  Sedari dulu banyak yang gak suka sama Lorenzo karena sikapnya yang angkuh, ditambah dia sibuk ngurusin insiden Rossi vs Marquez di Sepang. Dia merasa hukuman yang diterima Rossi kurang. Padahal dia gak terlibat dalam insiden #SepangClash . Shame on you Jorge, lu gak nunjukin mental juara. Gak usah lah ngurusin orang lain, fokuslah sama kemampuan lu sendiri. Malah menurut gue, kalau emang punya mental juara, harusnya dia kecewa ketika Rossi diganjar hukuman start dari belakang. Walau bagaimana pun, pride Lorenzo akan naik dan dunia akan mengakui kehebatannya ketika dia juara setelah beneran head to head sama Rossi, bukan diuntungkan dengan start Rossi dari belakang.

Sedangkan apa yang dilakukan Pedrosa semakin menguatkan indikasi adanya kongkalikong antara Jorge Lorenzo dengan Marc Marquez. Gak perlu lah pakai data-data statistik.. Dengan mata telanjang pun jelas terlihat kalau seharusnya Marquez bisa melakukan lebih. Gampangnya tinggal liat performa Pedrosa di lap-lap akhir. Signifikan banget jarak yang dipangkas antara dia dengan Lorenzo, namun terjegal oleh Marquez. Ya mungkin wajar Marc melakukan itu. Banyak isu yang beredar, diantaranya karena dendam Marc ke Rossi yang mengakibatkan dia beberapa kali crash sehingga terdepak dari perebutan gelar juara tahun ini. Ada juga yang berpendapat dengan membantu Lorenzo jadi juara dunia, Marquez bakal selangkah lebih mudah mengungguli gelar juara Valentino Rossi.

Performa Rossi seperti antiklimaks di MotoGP kali ini. Walaupun bukan yang terbanyak menjuarai seri, tapi dialah yang paling konsisten. Padahal usianya bukan lagi usia emas bagi seorang atlet. Hampir selalu menduduki peringkat pertama di klasemen, semuanya harus berakhir kelam seperti ini. Kecewa, marah, sedih bercampur jadi satu di benah kami para fans Rossi, dan mungkin buat Rossi pribadi. Gue sendiri gak membenarkan perilaku Rossi di Sepang. Entah karena Marquez yang memprovokasi atau enggak, yang pasti tindakan yang Rossi lakukan telah mencederai catatan karirnya. Pun begitu, dia akhirnya bertarung sebagai seorang ksatria. Start dari belakang tak menghalangi niatnya untuk menjadi juara dunia. Satu persatu dia melewati para pembalap lain. Semangatnya tak padam. Inilah yang kami, para fans VR|46, menjadi fans setianya. Dialah sosok entertainer sejati di lintasan balap MotoGP. Tak ada lagi pembalap yang bisa menghibur para penonton sebaik dia. Entah di masa jayanya ataupun di masa suramnya, dialah yang menjadikan MotoGP sangat digemari masyarakat dunia. Entah seperti apa MotoGP nanti ketika dia sudah gantung helm. Yang pasti, buat gue pribadi, dialah alasan gue nonton MotoGP, dan mungkin alasan berjuta-juta fans lainnya di seluruh dunia. Walaupun Rossi gagal jadi juara secara de jure di MotoGP 2015 ini, tapi dia udah jadi juara de facto di hati kami, para fansnya. Lihat saja di akhir balapan, banyak yang memberi penghormatan kepadanya, baik di arena balap maupun lewat goresan-goresan tulisan di media sosial. Rossi won our hearts, the people’s champion..

photo credit: forum detik

photo credit: forum detik

Advertisements

3 thoughts on “Valentino Rossi, The People’s Champion

  1. Pingback: Lorenzo atau Rossi? Sebuah Perjudian Bagi Yamaha | travelmotoblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s