BBM, masyarakat NTT, dan harapan kepada pemerintah

Pro kontra muncul terkait kenaikan BBM bersubsidi aka premium. Sebelumnya kita cukup merogoh kocek 6500 rupiah untuk mendapat seliter premium, sekarang musti nambah 2000 rupiah, jadi Rp8500. Mungkin gak terlalu masalah kalo yang naik cuman harga bensinnya, lah kalo harga kebutuhan pokok dan tarif angkutan juga naik, kan kasian rakyat kecil?!

Di Nusa Tenggara Timur, banyak daerah yang terbiasa dengan harga BBM dan kebutuhan yang mahal. Pengalaman gue sendiri, gue pernah tinggal di pulau Rote, NTT, selama sekitar 10 hari. Rote adalah sebuah pulau yang juga merupakan kabupaten. Waktu tempuh dari Kupang kira-kira 2 jam via kapal cepat. Tau gak bro, disana gak ada pom bensin, serius.. Pasokan BBM bergantung dari Kupang. Begitu nyampe sono, harganya bisa gila-gilaan. Gue pernah beli bensin disono, untuk ukuran sebotol aqua ukuran sedang (650ml), harganya 15.000 .. Malah saat langka-langkanya, harga bisa naik lagi. Pun begitu dengan kebutuhan pokok yang terbatas dan pastinya berharga lebih mahal dibanding di Jawa.

Lantas, apa penduduk di daerah itu kaya-kaya? Ngga bro, penduduk disana jauuuh lebih miskin daripada di Jawa, fasilitas disana jauuuuuh lebih sedikit daripada di Jawa. Apa mereka sedih? Pastinya bro, pasti mereka sedih, mereka juga orang Indonesia, tapi fasilitas yang mereka dapatkan sangat minim dibanding kita-kita yang ada di Jawa. Mereka pastinya berharap untuk pemerataan, tapi mereka bisa apa? Mengeluh juga gak ada gunanya, mereka terus bertahan hidup dengan fasilitas seadanya.

10670077_774048215965998_2091065904431904381_n

Gue orang sunda, bagian dari pulau Jawa, besar di Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta, dan pernah tinggal di NTT. Pengalaman tinggal di pulau jawa dan di luar jawa membuat gue bisa lebih berempati. Ketimpangan infrastruktur di Jawa dan NTT timpang banget bro. Gue merasa kalo orang-orang di Jawa jauh lebih manja dibanding orang-orang di NTT. Padahal hidup kita-kita yang di Jawa jauuuh lebih nyaman dibanding mereka.

Sebenernya gue juga sedih dengan kenaikan BBM ini, tapi kita gak perlu lah terlalu memojokkan pemerintah. Mereka pasti punya hitung-hitungan yang matang terkait kenaikan ini. Mereka juga pasti sedang mencari formula paling tepat untuk kepentingan rakyat kecil. Gue sih berharap, subsidi BBM ini bener-bener bisa dialihkan buat hal-hal yang bermanfaat, misalnya:

1. Pemerataan…

Kalopun gak bisa semaju di Jawa, seenggaknya jangan terlalu timpang lah. Gue harap semoga saudara-saudara kita di Papua, NTT, dan tempat lain di luar Jawa bisa mendapatkan fasilitas yang lebih layak dalam hal pendidikan, kesehatan, transportasi, dll. Bayangin bro, anak SD mau sekolah di NTT harus jalan kaki, bahkan ada yang jaraknya sampe 5km dari rumah ke sekolah, serius.. Mau ujian nasional, banyak yang menginap di sekolah bareng ortunya, sampe bawa peralatan masak dan bahan makanan.

2. Angkutan umum yang lebih layak

Pasti iri kan liat angkutan umum yang nyaman di luar negeri. Saat ini kita cuma bermimpi aja punya fasilitas angkutan umum macam di Jepang. Tapi semoga pemerintah bisa segera mewujudkan hal ini. Terus semoga metromini yang udah kaya fogging nyamuk dan angkutan umum lain yang gak layak bisa segera dilakukan peremajaan.

3. Anggaran untuk desa

RUU desa sedang digodok, dimana nantinya desa mendapat anggaran sendiri dan dikelola sendiri. Denger-denger sih anggarannya sekitar 1M per desa per tahun. Subsidi BBM bisa dialihkan kesini, dan semoga nantinya masyarakat desa bisa lebih mandiri dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

Seenggaknya itulah sedikit unek-unek yang bisa gue sampaikan. Marilah kita sikapi kenaikan BBM ini dengan santun. Gak perlulah terlalu menghujat pemerintah. Mereka baru bekerja, biarkanlah mereka bekerja untuk rakyat. Gue sih sebagai wong cilik hanya bisa berharap semoga kebijakan pemerintah ke depannya bisa tepat sasaran. Yuk terus berusaha dan berdoa mendukung pemerintah.

Bangkitlah Indonesiaku 🙂

Advertisements

9 thoughts on “BBM, masyarakat NTT, dan harapan kepada pemerintah

  1. bener kang, Indonesia bukan hanya di Jawa..
    saya sendiri pernah 4 tahun kerja di Kalimantan, masih sangat beruntung kita yang sekarang di pulau Jawa.

    Like

    • Nah kalimantan aja yang kaya, ternyata tetep di bawah jawa ya infrastruktur.. semoga aja ke depannya bisa merata pembangunan di Indonesia..

      Like

    • iyaa.. mereka kayanya udah pasrah aja dengan fasilitas seadanya.. ane pernah tinggal disana 2 tahun, jadi cukup mengerti serba kekurangan disana.. 😦

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s