Bertamu ke rumah para komodo, Pulau Rinca

Kala itu di suatu pagi di bulan November 2012.
“Mas, nanti tugas sama Pak Zen ke Manggarai Barat 10 hari yah”
Ucapan bos sangat gue nanti-nantikan setelah setahun berlabuh di Kupang, NTT, akhirnya terdengar juga di telinga (sumringah mode on). Memang apa yang menarik dari Manggarai Barat? Oke, jadi Manggarai Barat itu adalah nama sebuah kabupaten di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di pulau Flores. Manggarai Barat beribu kota Labuan Bajo, yang merupakan pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo. Memang sejak beberapa tahun, Kepulauan Komodo sedang naik daun, apalagi setelah dinobatkan menjadi salah satu dari “Seven Wonder of Nature”. Kepulauan Komodo tidak hanya menawarkan hewan purba satu-satunya di dunia, komodo. Lebih dari itu, disana juga terkenal akan keindahan bawah lautnya yang berkelas dunia, pulau-pulau kecil yang indah lengkap dengan berbagai resort, serta pemandangan alam yang eksotis.

komodo di area dapur dan tempat tinggal ranger

komodo di area dapur dan tempat tinggal ranger

Udah terbayang gimana cantiknya dunia bawah laut disono, pasir yang lembut, pulau-pulau cantik, the mighty komodo dragon, sampai bule-bule cantik dan seksi *eh.. Maklum, pecinta bule ahahaha..
Hari penugasan telah tiba, gue berangkat berdua dengan Pak Zen dari Kupang ke Labuan Bajo. Perjalanan menggunakan pesawat baling-baling, ntah Wings Air atau Trans Nusa, lupa euy.. Sesampainya di Labuan Bajo, kami menginap di salah satu hotel seharga Rp300.000/malam (2012). Fasilitasnya sederhana saja, spring bed, AC, kamar mandi, air minum, dan sarapan.
Setelah beberapa hari bekerja, akhirnya weekend datang. Waktu itu di hari Sabtu, gue merencanakan berangkat ke sana dengan Pak Zen dan Augus. Kebetulan Augus dan Angga ternyata sedang mendapat penugasan di Labuan Bajo juga. Mereka teman sekantor tapi beda divisi. Angga sebelumnya udah pernah ke Kepulauan Komodo, jadi dia memutuskan untuk tetap tinggal di hotel.

DSCF0433

pintu gerbang pulau rinca (loh buaya)

Setelah mendapat deal dengan salah satu pemilik kapal. Akhirnya jam 6 pagi kapal berangkat dari pelabuhan di Labuan Bajo. Gue, Pak Zen, Augus, kapten kapal, dan 1 ABK. Rute yang akan disinggahi adalah Pulau Rinca, Pulau Kanawa, dan Pulau Bidadari, seharian full guys.. Kapal yang kami tumpangi adalah kapal kayu kecil yang hanya sanggup membawa maksimal sekitar 15 orang. Oya, waktu itu biaya untuk sewa satu kapal seharian sebesar Rp1.000.000,00.

Augus di atas kapal

Augus di atas kapal

Perjalanan 2 jam telah ditempuh dan sampailah di Pulau Rinca, deg-degan juga mau liat komodo di alam liar, kalo digigit kan parah tuh bakteri dan bisanya. Sebelumnya sih udah pernah liat komodo, tapi di kebun binatang 😀 ..

Pilihan trek

Pilihan trek

Setelah membayar tiket masuk (duh lupa harganya berapa), dimulailah petualangan dipandu oleh seorang ranger. Sang ranger menawarkan pilihan mau trek hutan atau bukit, dan di masing-masing trek menyediakan 3 pilihan yaitu short trek, medium trek, dan long trek.. Akhirnya kami putuskan medium trek ke hutan. Sejak di area dapur dan tempat tinggal para ranger, kita udah dapat menemukan komodo, bahkan bergerombol. Namun kurang seru kalo gak ngeliat di hutannya.

macet bro, si komo lewat :D

macet bro, si komo lewat 😀

Setelah berjalan menyusuri hutan, bertemulah dengan seekor komodo jantan besar. Sang ranger mengingatkan untuk tidak terlalu dekat dengan komodo, jarak aman minimal 2 meter. Pertemuan dengan komodo di hutan relatif lebih sedikit dibanding dengan di area dapur, tapi sensasinya lebih menegangkan, fiuuh. Selain komodo, kita bisa menjumpai hewan lainnya, katakanlah kerbau liar makanan sang komodo, gerombolan kera, spitting cobra, dan seekor burung khas daerah timur yang gue lupa namanya.

monyeet

monyeet

hidupmu tinggal menghitung hari, kebo.

hidupmu tinggal menghitung hari, kebo.

spitting cobra

spitting cobra

Sebetulnya bila kita memilih trek bukit, pemandangan yang disajikan lebih menarik mata, tapi katanya lebih susah menemukan komodo. Mungkin next time kalo ada kesempatan kesana lagi, jalur perbukitan yang akan gue pilih.

DSCF0490Setelah puas berkeliling, akhirnya kami sampai di pintu kedatangan, kami berterima kasih kepada sang ranger. Kami meninggalkan pulau Rinca dan tujuan berikutnya adalah pulau kanawa dan pulau bidadari. Kedua pulau itu gue bahas nanti di artikel terpisah.

Alhamdulillah, walaupun diselingi dengan liburan, tapi pekerjaan selalu dapat kami selesaikan. Anggap aja tamasya ini sebagai sedikit refreshing biar lebih semangat dalam menyelesaikan tugas-tugas dari kantor, hehehe..

Manusia pun jadi korban komodo

Manusia pun jadi korban komodo

Korban keganasan komodo

Korban keganasan komodo

Advertisements

2 thoughts on “Bertamu ke rumah para komodo, Pulau Rinca

  1. Pingback: Throwback: Pulau Kanawa, Kepingan Surga di Taman Nasional Komodo | travelmotoblog

  2. Pingback: Sore Itu di Pulau Bidadari, Ketika Keindahan dan Tragedi Bercampur Menjadi Satu | travelmotoblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s