Zero Motorcycle, Bagaimana peluangnya di Indonesia?

Waktu itu gue sempat menulis artikel tentang first impression Zero Motorcycle yang gue temui di Senayan City. Pertemuan singkat dan belum berpikir untuk dijadiin bahan artikel (blog juga belom dibikin hehe). So, terkait dengan spesifikasi teknis gak sempet digali lebih jauh. Akhirnya spesifikasi gue ambil setelah mencari beberapa referensi di google.

Beberapa hari lalu mang Kobay menuliskan artikel tentang pertemuannya dengan beberapa tipe Zero di markas TDR. Selain melakukan review terhadap desain, Om Kobay juga menginformasikan harga dan spesifikasi lengkapnya. Terdapat 3 brosur yang berhasil dipotret Om Kobay, yaitu brosur tipe DS, tipe FX, dan tipe S.

wpid-cymera_20141111_225618 wpid-cymera_20141111_230907 wpid-cymera_20141112_221156

Tipe DS

2015_zero-ds_product-page_overview-image_13067

Tipe DS mempunyai power 54HP dan torsi 92NM. Motor matik berpenampilan dual sport ini mampu meraih topspeed pada 153km/h. Dibekali baterai Z-Force Li-Ion Intelligent berkapasitas 11,4KWH, tipe DS mampu menjelajah sampai 203Km. Namun pengisian baterai untuk mencapai 100% membutuhkan waktu 7,9 jam.

Tipe FX

2014_zero-fx_product-page_overview-image_12816

Tipe FX adalah varian matik berbentuk motocross, motor ini mempunyai power yang lebih rendah dibanding tipe DS, yaitu hanya 44HP, namun torsi lebih tinggi yaitu sebesar 95NM. Top speed mencapai 137km/h. Baterai berkapasitas 5,7KWH hanya mampu mengantar perjalanan sejauh 113Km. Pengisian baterai memputuhkan waktu 7,8 jam.

Tipe S

2013_zero-s_product-page_overview-image_12816

Inilah tipe yang sempet gue liat di Senayan City. Ternyata spesifikasi yang gue dapat dari internet berbeda dengan yang dipasarkan di Indonesia, misalnya power dan torsi. Di artikel terdahulu gue tuliskan power mencapai 67HP dan torsi 144NM. Ternyata dari brosur tersebut, power sama dengan tipe DS, hanya 55HP dan torsi 92NM. Mungkin memang terdapat perbedaan spesifikasi yang dijual di Indonesia dan di negara asalnya, USA.

Tipe S ini mempunyai topspeed yang sama dengan tipe DS, yaitu 153Km/h. Namun jarak tempuhnya hanya sanggup sampai 166Km. Kapasitas baterai hanya 8,5KWH sehingga waktu pengisian 100% lebih singkat dari tipe DS, hanya dibutuhkan waktu 6 jam.

Harga

Dari brosur tersebut, dapat kita lihat harga untuk tipe DS adalah Rp290.000.000 dan untuk tipe FX adalah RP220.000.000, sedangkan untuk tipe S tidak ada keterangan harga. Harga tersebut adalah harga Off The Road, yaitu hanya harga kendaraannya saja, belum termasuk surat-suratnya.

Mampukah motor ini bersaing saat ini?

Rasa-rasanya saat ini susah bagi motor listrik ini untuk bersaing dengan motor lain di Indonesia pada era sekarang ini. Berikut beberapa kendala yang mungkin akan dihadapi oleh pasukan Zero:

  • Kalo kita compare secara harga, di rentang harga tersebut banyak moge populer yang jadi impian banyak orang Indonesia. Sebut saja Yamaha R6 seharga Rp270juta OTR, Kawasaki Ninja ZX636R seharga Rp280juta OTR. Atau kalau mau naked sudah bisa membawa pulang Z800.
  • Banyak motor listrik yang jauh lebih murah, misalnya sepeda motor listrik Selis. Motor listrik dengan jarak tempuh maksimal 60Km ini dapat ditebus dengan harga dibawah Rp20juta. Memang sih beda kelas sama Zero. Tapi saat ini motor listrik belum menjadi pilihan utama bikers, sehingga mindset masyarakat terkait motor listrik hi-tech belum terbentuk.

jalak-merah

  • Terbatasnya pengisian bahan bakar listrik di Indonesia. Well, saat ini memang sudah ada tempat pengisian bahan bakar listrik untuk kendaraan listrik di Indonesia, misalnya Itron yang telah memproduksi puluhan tempat pengisian listrik. Namun keberadaannya jarang diketahui masyarakat. Coba ada gak temen-temen yang tahu letak dari tempat pengisian listrik untuk motor listrik di Indonesia? Kalo gue sih jujur gak tau hehe.

Namun bila memang sudah banyak kendaraan listrik di Indonesia, tempat pengisian listrik akan diperbanyak lagi, tidak hanya di SPBU, tetapi bisa juga di tempat-tempat parkir.

So?

Well, saat ini infrastruktur di Indonesia belum siap untuk menyambut kendaraan masa depan ini. Namun semoga saja suatu saat Indonesia bisa menjadikan kendaraan listrik sebagai kendaraan utama di negeri ini. Mungkin Zero ingin menguatkan brand dahulu di negeri ini. Setelah terbentuk image yang kuat bahwa motor listrik yang bagus adalah Zero, bukan tidak mungkin di saat regulasi terkait kendaraan listrik sudah matang, dan kendaraan listrik telah menjadi pilihan utama, maka Zero akan lebih mudah mengambil hati masyarakat.

Ciao..

Sources:

Advertisements

2 thoughts on “Zero Motorcycle, Bagaimana peluangnya di Indonesia?

    • Kalo standar sih masih 11-12.. Cuma kan RR Mono lebih mudah dioprek.. Kalo motor listrik masih butuh research and development..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s