Perspektif pengendara motor vs pengendara mobil

Di kemacetan kota-kota besar, pasti sering kita lihat adanya perselisihan antara pengendara sepeda motor dan pengendara mobil. Entah itu karena tabrakan, serempetan, atau hal-hal lainnya. Pengendara motor sering meluapkan kekesalan kepada pengendara mobil, begitu juga sebaliknya. Terlebih cuaca panas di Indonesia, khususnya kota-kota besar, sering menambah kadar emosi.
Lalu bagaimana seharusnya kita berkendara di jalan raya? Yang harus kita pahami adalah perspektif dari masing-masing pengendara. Mengendarai sepeda motor dan mobil adalah 2 hal yang berbeda. Untuk itu pengendara mobil harus mencoba merasakan gimana rasanya jadi pengendara motor, dan vice versa. Dengan berempati, kita akan mampu untuk bersikap lebih toleran di jalan.

Perspektif Pengendara Sepeda Motor
Motor dengan tubuhnya yang kecil, tentunya mudah untuk dikendalikan si pengendara. Si pengendara juga mudah untuk memantau semua sisi dari kendaraannya. Sehingga memudahkan untuk melakukan manuver, selap selip, dan menembus celah kecil diantara mobil di tengah kemacetan. Ketika seorang biker menemukan celah kecil diantara mobil, namun masih bisa dilalui, dan tiba-tiba salah satu mobil menutup celah tersebut, pastinya perasaan dongkol menghinggapi sang biker. Terlebih di kota-kota besar, terutama Jakarta yang panas dan penuh polusi, tentunya bikers tidak mau menunggu lama di belakang mobil, apalagi saat tiba-tiba turun hujan dan bikers belum mengenakan perangkat anti hujannya. Makanya selalu mencari celah sekecil apapun untuk dilalui.
0702-safety-riding-1
Gue pun sebagai biker sering melakukan hal tersebut. Terkadang sampai diklaksonin mobil. Sempat satu kali di tengah kemacetan Jakarta, beberapa motor melintas diantara 2 mobil, nah pas giliran gue yang melintas, si pengendara mobil (taksi) malah melajukan kendaraannya, padahal mobil di depannya masih berhenti. Kenalah bagian motor gue, untungnya cuma dikit dan tidak tergores. Menghindari urusan yang lebih panjang, gue cuma membunyikan klakson dan lalu pergi.
Perspektif Pengendara Mobil
Mengendari mobil tentulah berbeda dengan motor. Mengendarai mobil dibutuhkan pengendalian yang lebih advance daripada mengendari motor. Dengan tubuh mobil yang besar tentunya si pengendara tidak dapat memantau seluruh bagian dari kendaraannya. Bahkan moncong mobil yang tepat di depan pengemudi pun tidak terlihat dari dalam. Hal tersebut yang terkadang membuat waswas pengendara mobil ketika ada motor yang nyelonong melewatinya di tengah kemacetan, apalagi ketika sedang berjalan merayap.

brio
Gue pernah saat mengendarai mobil di tengah kemacetan, tiba-tiba motor di sebelah kanan gue terjatuh. Setelah berhenti dan melihat keluar, ternyata si bapak pengendara motor lupa menaikkan standarnya sehingga nyangkut di pelek mobil yang gue kendarain. Untungnya si bapak juga bukan tipe pengendara motor yang mudah tersinggung. Bahkan beliau yang meminta maaf karena merasa bersalah dan lalu pergi. Coba kalau yang kesenggol bikers yang temperamen, bisa habis gue dimaki-maki walaupun yang salah bukan gue.

Conclusion
Kondisi seperti itu merupakan yang sehari-hari dirasakan oleh para pengendara motor dan mobil, khususnya di Jakarta. Untuk menghindari perselisihan, sebaiknya masing-masing pengendara harus memiliki rasa empati.
Seorang bikers jika ingin menerobos ke celah sempit diantara mobil, ataupun mau motong jalan diantara mobil di tengah kemacetan, pastikan bahwa celah yang dilalui tidak terlalu sempit. Bila ingin melakukan manuver memotong jalan disaat kendaraan lain sedang melaju agak kencang, usahakan jangan tiba-tiba, dan jangan lupa gunakan lampu sein.
Bagi pengendara mobil, bila memang celah di samping mobilnya masih bisa digunakan oleh para pengendara motor, janganlah dengan sengaja menutup jalannya. Para pengendara motor di luar tidak merasakan kenyamanan seperti halnya di dalam mobil yang sejuk.
Gue sebagai biker dan terkadang meminjam mobil kakak, selalu berusaha sebaik mungkin untuk bisa menjadi pengendara yang baik yang tidak merugikan siapapun. Yaaah walau mungkin terkadang kelakuan gue di mata pengendara lain masih nyebelin, gue minta maaf yang sebesar-besarnya, manusia kadang khilaf 😀 ..
Last, jadilah pengendara yang santun.. 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Perspektif pengendara motor vs pengendara mobil

  1. Yang perlu diingat klo mau motong jalan kendaraan besar Macam Bus & Truck jgn lupa bunyikan klakson cz sangat penting utk keselamatan agar pengendara Bus/Truck waspada. Dan jgn sekali-kali berhenti terlalu dekat didepan kendaraan besar krn biker seringkali tak terlihat .Pastikan Jarak yg aman kira2 5 meter di depan kendaraan tsb. Coba Anda nyopir Truck/Bus klo ada pengendara yg sedikit ngawur pst lsg Emosi.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s